Longsor Gunung Kuda

Longsor Gunung Kuda Cirebon: Warga Diminta Waspada

Longsor Gunung Kuda, Sebuah Kawasan Perbukitan Yang Terletak Di Wilayah Cirebon, Jawa Barat, Dilaporkan Mengalami Peristiwa Longsor. Pada akhir Mei 2025 Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Longsor menyebabkan material tanah, bebatuan, dan pepohonan menutupi sebagian jalan akses warga dan lahan pertanian di sekitarnya. Meski tidak menelan korban jiwa, bencana ini menimbulkan kerugian materi dan membuat aktivitas warga terganggu.

Gunung Kuda dikenal sebagai destinasi wisata lokal serta jalur yang biasa digunakan oleh warga untuk aktivitas pertanian. Namun, kondisi geografisnya yang terdiri dari lereng curam dan tanah yang labil membuat kawasan ini rawan longsor, terutama saat musim hujan. Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cirebon. Volume air yang tinggi dalam waktu singkat telah memicu pergerakan tanah di lereng bagian selatan gunung. Material longsoran menutup akses jalan desa sepanjang hampir 100 meter. Dan sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan ringan.

Pemerintah setempat bersama aparat TNI, Polri, dan relawan segera turun tangan melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor. Alat berat dikerahkan untuk membuka jalur yang tertutup tanah. Longsor Gunung Kuda Hingga saat ini, tim masih melakukan pemantauan terhadap potensi longsor susulan, karena kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik. Warga sekitar pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di lereng dan sekitar aliran sungai.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pihak BPBD merencanakan pemasangan sistem peringatan dini serta pembangunan talud di beberapa titik rawan longsor. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana alam juga akan ditingkatkan. Peristiwa Longsor Gunung Kuda ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, khususnya di daerah dengan kontur tanah yang rawan dan curah hujan tinggi seperti Cirebon.

Sejarah Gunung Kuda Cirebon: Antara Legenda Dan Realitas Alam

Gunung Kuda yang terletak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, bukan hanya dikenal karena keindahan alam. Dan potensi wisata petualangannya, tetapi juga karena kisah sejarah dan legenda yang menyelimuti kawasan ini. Gunung ini berada di wilayah perbukitan yang menghubungkan beberapa desa. Dan memiliki ketinggian yang relatif sedang. Nama “Gunung Kuda” sendiri konon berasal dari cerita rakyat yang telah diwariskan turun-temurun oleh. Masyarakat setempat Sejarah Gunung Kuda Cirebon: Antara Legenda Dan Realitas Alam.

Menurut legenda yang berkembang, dahulu kala kawasan ini merupakan tempat persinggahan seorang pangeran dari kerajaan Cirebon yang dikenal sakti dan gemar bepergian dengan kudanya. Suatu hari, kudanya tiba-tiba menghilang di kawasan perbukitan ini dan tak pernah ditemukan kembali. Penduduk setempat kemudian menyebut tempat itu sebagai “Gunung Kuda” sebagai bentuk penghormatan. Dan pengingat atas kisah sang pangeran dan hewan kesayangannya tersebut. Beberapa warga bahkan percaya bahwa roh kuda tersebut masih menjaga kawasan gunung hingga kini. Dan menjadi bagian dari kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam.

Secara geologis, Gunung Kuda bukanlah gunung berapi, melainkan perbukitan yang terbentuk dari proses pelapukan batuan dan pergeseran lempeng tanah selama ribuan tahun. Daerah ini juga memiliki struktur tanah yang relatif labil, terutama pada bagian lerengnya, sehingga rentan terhadap longsor. Vegetasi yang cukup lebat dan aliran sungai kecil yang mengalir di sekitar kaki gunung membuatnya menjadi ekosistem yang penting bagi keseimbangan alam di wilayah Cirebon bagian timur.

Di masa kolonial Belanda, kawasan sekitar Gunung Kuda pernah dijadikan jalur alternatif penghubung antara perkebunan di pedalaman dengan pelabuhan di Pantura. Jejak sejarah ini masih bisa ditelusuri dari sisa-sisa jalan batu tua yang ditemukan di beberapa bagian lereng. Saat ini, selain sebagai tempat aktivitas pertanian warga

Kronologi Terjadinya Longsor Di Gunung Kuda Cirebon

Peristiwa longsor yang terjadi di Gunung Kuda, Cirebon, pada akhir Mei 2025, bermula dari cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Cirebon selama tiga hari berturut-turut. Menyebabkan tanah di lereng Gunung Kuda menjadi jenuh air dan tidak mampu lagi menahan beban. Pada malam hari, sekitar pukul 22.30 WIB. Warga di sekitar kaki gunung mendengar suara gemuruh keras yang berasal dari arah lereng selatan. Beberapa warga segera keluar rumah dan menyadari bahwa telah terjadi pergerakan tanah dalam skala besar Kronologi Terjadinya Longsor Di Gunung Kuda Cirebon.

Material longsoran berupa tanah, batu, dan pepohonan meluncur deras menuruni lereng, menimpa sebagian jalan desa dan lahan pertanian milik warga. Sebagian kecil material juga sempat menghantam dua rumah warga, menyebabkan kerusakan ringan pada bagian atap dan dinding. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena warga sudah terlebih dahulu mengungsi begitu menyadari tanda-tanda longsor.

Keesokan paginya, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon segera menuju lokasi untuk melakukan survei dan upaya evakuasi. Bersama aparat TNI dan Polri, serta dibantu oleh warga dan relawan, tim BPBD mulai membersihkan material longsoran yang menutupi akses jalan sepanjang hampir 100 meter. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan dan membuka kembali jalur penghubung antar desa yang sempat terputus.

Selain itu, BPBD juga memasang rambu peringatan dan menutup sementara beberapa titik rawan longsor untuk mencegah kejadian serupa. Hingga dua hari setelah kejadian, hujan masih turun meski dengan intensitas sedang, sehingga pengawasan terhadap lereng yang retak terus dilakukan. Warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area longsor. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di kawasan rawan seperti Gunung Kuda.

Jumlah Korban Tertimbun Longsor Gunung Kuda Cirebon

Peristiwa longsor yang terjadi di lereng selatan Gunung Kuda, Cirebon, pada akhir Mei 2025, mengundang perhatian luas karena skalanya yang cukup besar dan dampaknya terhadap permukiman warga. Menurut laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, tercatat satu orang menjadi korban tertimbun material longsor. Korban diketahui merupakan seorang petani berusia 45 tahun yang saat kejadian sedang berada di kebun miliknya yang terletak tidak jauh dari titik longsoran Jumlah Korban Tertimbun Longsor Gunung Kuda Cirebon.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera melakukan pencarian sejak dini hari setelah laporan hilangnya korban diterima dari pihak keluarga. Proses pencarian berlangsung cukup sulit karena kondisi tanah yang masih labil serta curah hujan yang belum sepenuhnya reda. Setelah lebih dari 12 jam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan pada kedalaman sekitar 1,5 meter tertimbun material lumpur dan batu. Jenazah kemudian dievakuasi ke puskesmas setempat untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Selain satu korban meninggal dunia, terdapat dua warga lain yang sempat mengalami luka ringan akibat terkena serpihan bangunan rumah yang rusak sebagian akibat terdampak longsoran. Mereka telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya dilaporkan stabil. Total ada lima rumah yang terdampak, dua di antaranya mengalami kerusakan cukup serius, sementara sisanya rusak ringan.

Pemerintah daerah segera mengambil langkah tanggap darurat dengan menyiapkan tempat evakuasi sementara bagi warga yang tinggal di sekitar titik rawan longsor. Bantuan logistik, termasuk makanan, selimut, dan obat-obatan, juga mulai disalurkan. Hingga kini, tim BPBD masih melakukan patroli dan pemantauan intensif untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat kondisi lereng masih belum sepenuhnya stabil.

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan sistem peringatan dini, terutama di kawasan rawan bencana seperti Gunung Kuda Longsor Gunung Kuda.