
Kota Pematangsiantar Memiliki Banyak Ikon Unik Dan Lucu
Kota Pematangsiantar Memiliki Banyak Ikon Unik Dan Lucu Bahkan Beberapa Kendaraan Khas Serta Makanannya Tersebut. Saat ini kota Pematangsiantar, yang sering di sebut Siantar, adalah salah satu kota terbesar di Provinsi Sumatera Utara setelah Medan. Kota ini memiliki posisi yang strategis karena terletak di jalur lintas antara Medan dan Parapat. Ini pintu gerbang menuju Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Indonesia. Dengan luas wilayah sekitar 79,97 km², Siantar di huni oleh lebih dari 250 ribu penduduk yang terdiri dari beragam etnis. Contohnya seperti Batak, Jawa, Tionghoa, Minang, hingga Karo. Keberagaman tersebut membuat kota ini memiliki kekayaan budaya yang khas serta kehidupan sosial yang harmonis.
Selanjutnya selain menjadi kota transit penting, Kota Pematangsiantar juga di kenal sebagai pusat pendidikan, perdagangan dan jasa di wilayah Sumatera Utara. Banyak sekolah, universitas dan lembaga pendidikan berdiri di kota ini. Ini menjadikannya tujuan bagi para pelajar dari daerah sekitarnya. Dari sisi ekonomi, Pematangsiantar memiliki aktivitas perdagangan yang cukup ramai dengan adanya pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern. Industri kecil dan menengah, seperti makanan khas, kerajinan. Serta pengolahan hasil pertanian, turut berkontribusi pada perekonomian kota.
Kemudian daya tarik lain dari Siantar adalah budaya dan kulinernya. Kota ini terkenal dengan ragam makanan khas seperti mie gomak, roti ganda dan soto Siantar yang di gemari masyarakat lokal maupun pendatang. Selain itu, terdapat pula pengaruh kuliner Tionghoa yang kuat, misalnya dim sum dan bakmi khas Siantar. Kehidupan budaya di kota ini juga di tandai oleh adanya beragam perayaan keagamaan dan adat. Ini mulai dari pesta adat Batak hingga perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Keharmonisan antar umat beragama menjadi ciri khas Siantar, yang bisa di lihat dari berdirinya gereja, masjid, vihara dan kuil dalam jarak yang berdekatan.
Awal Terbentuknya Kota Pematangsiantar
Ini kami jelaskan kepada anda mengenai Awal Terbentuknya Kota Pematangsiantar. Kota Pematangsiantar memiliki sejarah panjang yang berawal dari peradaban masyarakat Batak Simalungun. Nama “Siantar” berasal dari kata “Sian” dan “Tar” yang berarti “tempat yang datar”, merujuk pada kondisi geografisnya yang berupa dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini awalnya adalah bagian dari kerajaan-kerajaan kecil Simalungun, yang hidup dengan sistem adat serta di pimpin oleh raja atau “Raja Marpitu” (tujuh raja Simalungun). Kehidupan masyarakat kala itu berpusat pada pertanian dan perladangan. Serta sangat erat dengan adat istiadat dan kearifan lokal.
Bahkan perkembangan Siantar mulai mencuat pada abad ke-19. Ini ketika Belanda datang dan menjadikannya salah satu wilayah penting dalam penguasaan kolonial. Pematangsiantar kemudian di pimpin oleh Raja Sangnaualuh Damanik. Ia seorang raja Simalungun yang memerintah dengan bijak. Beliau di kenal menolak penjajahan Belanda dan berusaha mempertahankan kedaulatan rakyatnya. Namun, setelah berbagai perlawanan, akhirnya Belanda berhasil menguasai wilayah Siantar pada awal 1900-an. Sejak saat itu, Pematangsiantar mulai mengalami perubahan besar. Ini baik dalam tata kota, perekonomian, maupun kehidupan sosial.
Lalu pada masa kolonial, Belanda menjadikan Pematangsiantar sebagai kota transit strategis karena lokasinya berada di jalur menuju Danau Toba. Perkebunan-perkebunan besar di dirikan di sekitar wilayah ini, seperti perkebunan tembakau, karet dan teh. Ini yang di kelola oleh perusahaan-perusahaan Belanda. Kota ini juga berkembang sebagai pusat perdagangan hasil bumi. Belanda membangun infrastruktur berupa jalan dan perumahan. Hingga fasilitas umum yang kemudian menjadi cikal bakal berkembangnya Pematangsiantar sebagai kota modern. Dari sinilah pula masyarakat mulai mengenal interaksi dengan bangsa asing. Serta masuknya penduduk pendatang dari etnis Jawa, Tionghoa, dan lainnya.
Kemudian setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945. Lalu Pematangsiantar mengalami proses administratif yang menjadikannya sebuah kota otonom. Kota ini resmi berstatus sebagai daerah tingkat II pada tahun 1972 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan Daerah.
Kendaraan Unik Di Siantar
Maka ini kami menjelaskannya kepada anda mengenai Kendaraan Unik Di Siantar. Salah satu hal yang membuat Kota Pematangsiantar begitu menarik adalah keberadaan kendaraan tradisional yang unik. Ini yaitu becak bermotor khas Siantar. Berbeda dengan becak di daerah lain, becak Siantar menggunakan sepeda motor tua sebagai penggeraknya. Ini bukan sepeda kayuh. Sepeda motor yang di gunakan umumnya adalah merek BSA (Birmingham Small Arms) buatan Inggris, yang awalnya merupakan motor perang peninggalan zaman kolonial. Motor-motor ini kemudian di modifikasi dengan menambahkan kereta samping atau “sidecar” yang dapat mengangkut penumpang dan barang. Keunikan inilah yang menjadikan becak Siantar bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga ikon budaya dan sejarah kota.
Selanjutnya becak BSA Siantar memiliki desain yang khas dan berbeda dari becak bermotor di kota lain. Kereta penumpangnya terletak di sisi kanan motor. Sehingga penumpang dapat duduk dengan lebih nyaman. Kapasitasnya juga lebih besar, bahkan bisa memuat dua hingga tiga orang dewasa sekaligus atau barang dalam jumlah cukup banyak. Keunikan lain adalah suara mesin motor BSA yang khas dan cukup keras, sehingga mudah di kenali di jalan. Walaupun motor BSA sudah tidak di produksi lagi sejak lama. Lalu becak Siantar tetap bertahan karena masyarakat setempat menganggapnya sebagai bagian penting dari identitas kota.
Kemudian selain fungsinya sebagai transportasi umum, becak Siantar kini juga menjadi daya tarik wisata. Banyak wisatawan yang datang ke Pematangsiantar tertarik mencoba naik becak BSA untuk merasakan pengalaman unik yang tidak bisa di temui di tempat lain. Beberapa komunitas bahkan menjaga dan merawat motor BSA ini agar tetap bisa di gunakan, meskipun usia mesinnya sudah puluhan tahun. Becak Siantar sering di jadikan objek foto dan cerita perjalanan, sekaligus bukti kreativitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan peninggalan sejarah. Ini menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai budaya tinggi.
Meskipun jumlah becak BSA semakin berkurang seiring perkembangan transportasi modern, keberadaannya tetap di lestarikan oleh sebagian warga.
Makanan Khas Siantar
Dengan ini kami memberi anda penjelasan Makanan Khas Siantar. Kota Pematangsiantar di kenal tidak hanya karena sejarah dan budayanya, tetapi juga karena ragam kulinernya yang khas. Salah satu makanan ikonik dari Siantar adalah roti ganda. Ini yaitu roti tawar lembut berukuran besar yang di isi dengan selai srikaya, mentega atau selai kacang. Roti ini biasanya di sajikan bersama segelas teh atau kopi hangat, sehingga menjadi menu sarapan dan kudapan favorit warga lokal.
Lalu selain roti ganda, kuliner lain yang tidak kalah terkenal adalah mie gomak. Hidangan ini sering disebut sebagai “spaghetti Batak” karena bentuk mienya yang panjang dan besar menyerupai pasta. Mie gomak biasanya di sajikan dengan kuah santan beraroma andaliman, rempah khas Batak yang memberikan rasa pedas dan sensasi getir unik. Maka dengan ini telah kami bahas Kota Pematangsiantar.