
Ketemu Harta Karun: LFA Nurburgring Aspal Jakarta
Ketemu Harta Karun: LFA Nurburgring Aspal Jakarta Yang Menjadi Pemandangan Menakjubkan Di Pameran Seni Continuum. Pameran seni bertajuk Continuum di Immersion by Lexus. Dan Menara Astra Jakarta menghadirkan pengalaman yang tidak biasa. Biasanya, orang datang ke galeri untuk menikmati lukisan, instalasi, atau karya visual kontemporer. Namun kali ini, suasana berbeda langsung terasa sejak langkah pertama memasuki ruangan. Di antara karya seni penuh makna dari Oliver Wihardja, berdiri sebuah ikon otomotif yang membuat para pengunjung terdiam beberapa detik: LFA Nurburgring Edition. Momen ini seolah menjadi pertemuan dua dunia.
Terlebihnya dengan seni rupa dan performa mesinyang sama-sama lahir. Tentunya dari proses kreatif, presisi, dan dedikasi tinggi. Karena itu, tidak berlebihan jika banyak pengunjung menyebut kehadiran mobil tersebut sebagai “harta karun” di tengah ibu kota. Lebih dari sekadar pajangan, kehadiran LFA Nurburgring Edition mempertegas tema Continuum itu sendiri. Dan menjadi sebuah kesinambungan antara kreativitas, inovasi, dan warisan teknologi. Dengan demikian, pameran ini bukan hanya soal estetika visual. Namun melainkan juga tentang bagaimana desain dan performa bisa menjadi karya seni bergerak.
Lexus LFA Nurburgring Edition: Supercar Langka Di Aspal Jakarta
Jika membahas fakta menariknya selain Lexus LFA Nurburgring Edition: Supercar Langka Di Aspal Jakarta. Mobil ini merupakan versi paling ekstrem dari Lexus LFA standar. Di produksi sangat terbatas hanya sekitar 50 unit di seluruh dunia. Kemudian varian ini di rancang khusus untuk mengoptimalkan performa di sirkuit legendaris Nürburgring, Jerman. Di balik kapnya tersimpan mesin V10 4.8 liter yang mampu menyemburkan tenaga sekitar 562 hp. Akselerasinya pun mengagumkan, melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam kisaran 3,7 detik. Namun angka performa bukan satu-satunya daya tarik.
Suara mesin V10-nya di kenal sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah otomotif modern. Dan melengking tinggi, nyaris seperti mobil Formula 1. Selain itu, mobil ini di lengkapi paket aerodinamika khusus, termasuk fixed rear wing karbon yang lebih besar, suspensi yang di setel ulang. Dan penggunaan material carbon fiber reinforced polymer (CFRP) secara ekstensif. Semua itu membuatnya tidak hanya cepat. Akan tetapi juga sangat presisi di tikungan. Karena jumlahnya yang sangat terbatas, melihatnya di Indonesia adalah peristiwa langka. Tidak heran jika kehadirannya di pameran ini langsung menjadi magnet perhatian. Tentunya bagi para kolektor dan pecinta otomotif Tanah Air.
Oliver Wihardja Dan Filosofi Continuum
Menariknya, kehadiran supercar tersebut tidak terasa “asing” di tengah karya seni Oliver Wihardja Dan Filosofi Continuum. Oliver di kenal dengan pendekatan visual yang eksploratif. Kemudian memadukan warna, tekstur, dan narasi tentang perjalanan serta kesinambungan waktu. Dalam konteks ini, mobil ini bisa di pandang sebagai simbol kesinambungan antara tradisi dan inovasi. Lexus, sebagai merek premium Jepang. Serta yang di kenal dengan filosofi craftsmanship dan presisi. Hal tersebut sejajar dengan proses penciptaan karya seni yang membutuhkan detail. Dan kesabaran, dan visi jangka panjang. Oleh sebab itu, pengunjung tidak hanya melihat mobil sebagai kendaraan. Akan tetapi sebagai objek desain dengan nilai artistik tinggi. Garis bodinya yang agresif, lekukan aerodinamisnya. Terlebihnya hingga detail karbon fiber pada interiornya menjadi “lukisan tiga dimensi” yang bisa di nikmati dari berbagai sudut..
Ketemu Harta Karun: Momen Langka Di Ibu Kota
Bagi banyak orang, bertemu langsung dengan mobil ini di Jakarta ibarat Ketemu Harta Karun: Momen Langka Di Ibu Kota. Mobil yang biasanya hanya terlihat di video luar negeri atau koleksi privat kini benar-benar hadir di depan mata. Sensasinya tentu berbeda. Lebih jauh lagi, momen ini menjadi bukti bahwa Jakarta bukan hanya pasar otomotif. Akan tetapi juga ruang apresiasi untuk karya kelas dunia. Baik di kanvas maupun di atas aspal. Dengan menghadirkan mobil langka seperti ini, penyelenggara pameran seakan ingin mengatakan bahwa inovasi. Dan keindahan bisa berjalan beriringan seperti kehadiran LFA Nurburgring.